Selasa, 12 Februari 2008

Aku Mencintaimu

Ditengah ramai dunia hitam dan merah putih kudapati diriku tidak duduk disini

Pikiranku terbang menuju dirimu, diam adalah hal terbaik saat tak ada yang bisa kulakukan.

Pencarian adalah tujuan bagiku, pencarian atas nyata dirimu

Bunga mungkin melayu, putih mungkin menjadi abu-abu, biru mungkin memudar, lelah mungkin menimpa….

Namun cinta yang telah tumbuh karena takdir pertemuan itu akan tetap dan selalu membara terpendam dan menggelora terpancar dari hati melalui pertemuan pandangan mata yang sangat merindukan peleburan cinta dalam naungan peraduan pasir lembut disaksikan butir putih yang dihantarkan misteri ombak laut biru.

Kuning mentari pagi ini menimpaku dengan sejuta kehangatan, seperti hangat cintamu yang selalu aku inginkan dan kutunggu ucapan cinta dari bibir mungilmu yang bersumber dari kalbu.

Walau kau belum hembuskan lafaz kecintaanmu padaku, aku selalu menunggu tetes peluh kasihmu dalam kabut dengan wangi vanila itu. Ya aku akan selalu menunggu kata cinta dari dasar lubuk hatimu.

Menantimu ditengah keramaian tanpa berbicara mengantarkan benakku pada bayang senyummu yang belum lama kusaksikan dari kejauhan.

aku sejak dulu mengenalmu, dan aku hanya sekali dua kali ketemu, tapi sudah tumbuh benih cinta dihatiku, bayangmu juga hadir dalam mimpiku. Betapa kisah sederhana ini begitu menyenangkan, aku mencintaimu dengan begitu saja, tanpa pura-pura tanpa usaha menumbuhkannya, cinta ini telah tumbuh jauh sebelum kita saling berbicara, sebelum kita saling bertatap mata, begitu kuatnya hingga hanya butuh satu kata mesra untuk menyemaikan kisah cinta ini.

AKU MENCINTAIMU

Tidak ada komentar: