Senin, 11 Februari 2008

Hati Yang Sepi

Saat badai sepi menghinggapi hidup ini

Saat kesendirian merindukan kebersamaan

Saat langkah ini mencari pijakan

saat kesunyian menghinggap disudut hati

seseorang mengirim email yang kutampilkan dibawah ini :

ku seret langkahku yang lelah dengan nafas yang terengah-engah
terhempas oleh badai
terpuruk di balik reruntuhan harapan dan mimpi,
aku menangis dan terluka,
semua terasa begitu menyakitkan,
namun…ku tersadar
ternyata bukan itu hal yang paling menyedihkan dan menyakitkan,
yang paling menyedihkan dan menyakitkan hatiku adalah saat ku tersadar
bahwa ternyata aku masih sendiri
sadar bahwa ternyata aku belum punya seseorang yang akan mengulurkan tangannya untuk membantuku bangun,..
belum ada seseorang yang akan membantu membalut dan mengobati luka2ku…
belum ada seseorang yang akan membantu menghapus airmataku…
belum ada seseorang yang membantu mengeluarkanku dari balik reruntuhan ini…
sadar bahwa ternyata aku belum punya seseorang yang akan membantuku membangun kembali semua mimpi dan harapan yang kini telah porak poranda
aku merintih…menangis…kecewa dan terluka…sendiri dan kesepian…
seketika langkahku yang lelah, terasa semakin lelah….sangat lelah.

Aku tak bisa komentar jauh dan aku tak bisa menjawab dengan kata-kata yang bisa meneduhkan hatimu. Aku terdiam tak berdaya.

Kalau mau jujur, sebenarnya kata-kata yang kau tumpahkan kepadaku adalah sama seperti yang kurasakan.

Tapi langkahku belum begitu lelah….

Dan jika kau benar-benar lelah, saranku…ambillah pijakan yang kuat, agar kau tak terjatuh.

Dan seandainya jika kau memilihku sebagai cintamu dan pelabuhan hatimu, aku belum mempunyai kekuatan untuk bisa menerima semua itu.

Karena aku menyadari siapa diriku dan siapa dirimu…
kau cantik seperti putri seorang bidadari, yang terbiasa hidup serba ada, dari keluarga berada serba kecukupan. Aku tidak mungkin memaksamu untuk mengarungi hidup dengan

gaya kehidupanku yang apa adanya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika orang yang kucintai hidup bersamaku namun dia tidak bisa mendapatkan kebahagiaan yang lebih dariku.

Jika kau memaksakan dirimu untuk masuk dalam kehidupanku… beri aku waktu untuk mengimbangi kehidupanmu….

Tidak ada komentar: