Jumat, 08 Februari 2008

Rindu Yang Berdetak

ketika detik-detik kekosongan mengisi ruang pikiran
rindu ini gentayangan mencari sosok wajah yang hampir hilang karena terhempas oleh keadaan.
mata ini selalu bergerilya disetiap sudut kota tuk mencari wajah nyata didirinya...

ku ingin kembali mendekap hatimu
melepas rinduku
mengecup senyummu
membelai rambut atas ubunmu hingga rambut yang paling ujung

kuingin melepas resahmu
menyapa senyumu
memeluk rindu...
mengelus tulang rusukmu
hingga menghuni hatimu
dan menjagamu

dengan begitu, akhirnya rindu ini selalu berdetak
tiap detik ada detak
tiap detak ada rindu
tiap detak rindu yang tak terobati akan menjadi bukit rindu.

dan tiap rindu ada kamu
ada bayangmu
ada senyummu
ada kelembutan hatimu
dan ada tatapan bola matamu
hingga akhirnya rindu itu menyatu dalam detak rindu
detak rinduku akan selalu ada ditiap waktu
detak rindu itu ada, karena Tuhan menciptakan kamu.

Tidak ada komentar: